Bau Kandang Ayam PT Argo Sari Persada Cemari Lingkungan Desa Tesabela

- Editorial Team

Sabtu, 5 Juli 2025 - 15:58 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 401 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Bau dari kandang ayam milik PT. Agro Sari Persada yang berlokasi di Dusun IV Desa Tesabela Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang-NTT cemari lingkungan sekitar.

Tidak hanya bau menyengat yang berasal dari kotoran ribuan ekor ayam petelur, warga juga kerap kali menemukan bangkai ayam sengaja dibuang disekitar hutan belakang lokasi kandang.

Baca Juga :  7 Tahun Akses Jalan Pukdale Oefeto Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Pemerintah

Bau busuk kotoran ayam itu sudah mencemari udara dan lingkungan sekitar Desa Tesabela. Aroma busuk juga dirasakan warga di desa tetangga yakni Dusun 4 Desa Tablolong dan Dusun 2, 3 Desa Lifuleo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua BPD Desa Tesabela. Musa Sanga (50) , mengatakan aroma bau  busuk dan menyengat tersebut bersumber dari kandang ayam PT ARGO SARI PERSADA didesa Tesabela.

Baca Juga :  Sekda Kabupaten Kupang Tepis Isu Miring Terkait Gaji PPPK, Ini Penjelasanya

” Suda lama bau busuk dan menyengat itu menyerang pemukiman kami disini, selain serangan larat pun kerap terjadi dan mengangu kesehatan Warga terutama anak-anak kecil , pokoknya baunya sangat mengganggu kami disini,” katanya kepada media Haluantimur,  Saptu (5/7/2025).

Baca Juga :  Misteri Proyek Mangkrak Puskesmas Oesao dan Sumur Bor Oenuntono Segera Terungkap

Abed Nego Bessie (54) salah satu warga juga mengungkapkan hal senada, ia pun menduga pengelola kandang ayam membuang limbah kotoran ayam ke sembarangan tempat dan juga bingkai ayam. Sehingga dari aktivitas itu menimbulkan mau busuk bahkan mencemari lingkungan desa Tesabela dan desa tetangga.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru