Buka Festival Paskah Pemuda GMIT 2026, Wapres Gibran, “NTT Adalah Simbol Toleransi dan Magnet Wisata Rohani Indonesia”

- Editorial Team

Senin, 6 April 2026 - 23:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 21 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 yang berpusat di Bundaran PU, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/04/2026) Pagi.

Dalam suasana yang penuh khidmat namun meriah, Wapres Gibran mengawali sambutannya dengan menyampaikan salam hangat dari Presiden Prabowo Subianto bagi seluruh masyarakat NTT. Kehadiran Wapres juga ditandai dengan prosesi simbolis penyerahan Obor Paskah, yang melambangkan semangat pembaharuan dan harapan bagi pemuda.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Alexson Lumba, Berpamitan kepada Seluruh Masyarakat Kabupaten Kupang

Wapres menekankan bahwa Festival Paskah bukan sekadar perayaan rutin keagamaan, melainkan sebuah pesan kuat tentang kerukunan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Acara ini bukan hanya sekedar perayaan keagamaan, tapi membawa pesan tentang pentingnya perdamaian dan toleransi. Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus saling menguatkan, saling menjaga, dan saling merangkul,” ujar Wapres Gibran.

Baca Juga :  Tinjau Hasil Pembangunan Sekolah dan Agrowisata di Kupang, Wapres Gibran Dorong Peran Petani Milenial demi Swasembada Pangan

Selain aspek spiritual, Wapres Gibran menyoroti potensi besar NTT dalam sektor ekonomi kreatif melalui wisata religi. Ia memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kota Kupang yang mendorong festival ini menjadi agenda rutin pariwisata.

Baca Juga :  Jumat Bersih, Bupati Kupang Turun Tangan Bersih-bersih Di Pasar Oesao

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru