Bupati Kupang Mengunjungi RPH dan TPI di Desa Noelbaki

- Editorial Team

Sabtu, 19 April 2025 - 14:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 70 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Bupati Kupang Yosef Lede di dampingi Kadis PUPR Teldy Sanam dan Kadis perumahan Tonci Teuf serta kepala desa Noelbaki  mengunjungi Rumah Potong Hewan (RPH) Noelbaki dan Tempat pelanggan ikan(TPI). Saptu (19/04/2025).

Dalam kunjungannya bupati Yosef Lede, juga mengucapkan selamat merayakan jumat agung dan Paskah buat masyarakat Kabupaten Kupang yang merayakan.

Baca Juga :  Penyerahan SK CPNS Oleh Bupati Kupang Pada Upacara Hari Lahir Pancasila

Ia juga mengatakan jangan kan hanya babi sapi kerbau tetapi juga unggas semua bermuara pada satu tempat , sehingga (RPH) dapat di fungsikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serta bersama Dinas terkait guna mensurfei lokasi yang akan dibangun tempat pendaratatan ikan (TPI) Serta dermaga rakyat,  guna mengembangkan perekonomian masyarakat Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Sepak Bola Kabupaten Kupang Harus Lebih Baik, Lebih Berprestasi

Sehingga sesuai dengan perencanaan yang suda dilakukan untuk kedepannya suda ada pasar ikan dan rumah potong hewan, untuk menyediakan tempat pemotongan hewan.

“Lanjut Yosef lede, kedepan kita dapat melakukan pengiriman kepulau Jawa jangan haya sapi hidup saja tetapi juga daging beku, mohon dukungan semua masyarakat kabupaten kupang sehingga semua perencanaan dapat berjalan dengan baik.Juga bisa mendatangkan PAD maupun membangkitkan ekonomi masyarakat di tempat ini.” tutupnya

Baca Juga :  Bupati Yosef Lede Lantik Pejabat Lingkup Pemkab Kupang, Loyalitas dan Kinerja Adalah Kunci Utama

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru