Eksploitasi MBLB di Desa Tuapanaf Pengusaha Mengeruk Triliunan, Warga Menelan Lumpur ​

- Editorial Team

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 177 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Kekayaan alam berupa pasir, kerikil, dan batu di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini beralih fungsi dari berkah menjadi kutukan bagi warga lokal.

Praktik Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di wilayah ini diduga kuat hanya menjadi ladang emas bagi para taipan, sementara masyarakat setempat dipaksa menjadi “penikmat” setia dampak kerusakan lingkungan.

Baca Juga :  Panitia Prosesi Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang Gelar Pengobatan Gratis di Akhir Maret 2026

​Berdasarkan penelusuran lapangan pada Sabtu (09/05/2026), aktivitas tambang di Dusun Niskolen, Desa Tuapanaf, menunjukkan kontras sosial yang menyakitkan.

Di tengah operasional alat berat milik lebih dari dua perusahaan besar yang memegang Izin Usaha Produksi (IUP), infrastruktur publik justru terbengkalai. Akses sepanjang 10 kilometer menuju lokasi tambang hancur lebur, menyisakan jalan berbatu dan debu pekat yang menyesakkan dada.

Baca Juga :  Penetapan Dua Tersangka Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Oleh Polres Kupang

​Lingkungan Tergerus

​Di jantung lokasi tambang, ditemukan pemandangan yang memprihatinkan:

Tumpukan kerikil sisa proses washing and screening dalam jumlah masif—diperkirakan mencapai jutaan meter kubik—dibuang begitu saja di sepanjang aliran sungai.

Berita Terkait

Cacat Hukum dan Penuh Pelanggaran: Masyarakat Desa Pariti Layangkan Surat Sanggahan, Tuntut Pembatalan dan Penghentian Tahapan Pilkades ​
Pemerintah Desa Oeteta Salurkan BLT Dana Desa Tahap III dan Bantuan Pangan Beras kepada Masyarakat ​
Polsek Kupang Tengah Gerak Cengkram Repas Amankan Pelaku Penganiayaan Dengan Sajam Di Desa Noelbaki
Komitmen Sejahterakan Petani, Bupati Kupang Serahkan Bantuan Pangan Tahap II dan Dana Bantuan Pertanian Milyaran Rupiah di Kecamatan Sulamu
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Baru, Bupati Kupang Tinjau Lokasi Pembangunan Pelabuhan Sulamu ​
Klarifikasi Resmi dan Permohonan Maaf Terkait Video Viral Kejadian di Kantor Desa Oebelo ​
Diduga Intimidasi Kepala Desa dan Perangkat Desa Oebelo, Oknum Warga Bawa Nama Bupati Kupang ​
UPTD SMPN 1 Kupang Tengah Sosialisasi Tata Tertib dan Penyesuaian Jam Belajar Bersama Orang Tua Murid ​

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:57 WITA

Cacat Hukum dan Penuh Pelanggaran: Masyarakat Desa Pariti Layangkan Surat Sanggahan, Tuntut Pembatalan dan Penghentian Tahapan Pilkades ​

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Pemerintah Desa Oeteta Salurkan BLT Dana Desa Tahap III dan Bantuan Pangan Beras kepada Masyarakat ​

Jumat, 11 September 2026 - 19:08 WITA

Polsek Kupang Tengah Gerak Cengkram Repas Amankan Pelaku Penganiayaan Dengan Sajam Di Desa Noelbaki

Kamis, 10 September 2026 - 18:34 WITA

Komitmen Sejahterakan Petani, Bupati Kupang Serahkan Bantuan Pangan Tahap II dan Dana Bantuan Pertanian Milyaran Rupiah di Kecamatan Sulamu

Kamis, 10 September 2026 - 15:16 WITA

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Baru, Bupati Kupang Tinjau Lokasi Pembangunan Pelabuhan Sulamu ​

Rabu, 9 September 2026 - 20:00 WITA

Diduga Intimidasi Kepala Desa dan Perangkat Desa Oebelo, Oknum Warga Bawa Nama Bupati Kupang ​

Rabu, 9 September 2026 - 14:12 WITA

UPTD SMPN 1 Kupang Tengah Sosialisasi Tata Tertib dan Penyesuaian Jam Belajar Bersama Orang Tua Murid ​

Rabu, 9 September 2026 - 09:18 WITA

Temuan Kerangka Lansia di Hutan Batfao Amarasi Barat: Cincin Kuning Ungkap Identitas Yohanes Bureni yang Hilang 6 Bulan ​

Berita Terbaru