Luka Pahit di Rumah Sendiri
Malam itu menjadi momen bersejarah: untuk pertama kalinya, Allianz Arena dipercaya menjadi tuan rumah final Liga Champions. Lebih istimewa lagi, Bayern Munchen, sang tuan rumah, berhasil melaju ke final. Dukungan penuh suporter, semangat membara, dan kepercayaan diri tinggi membuat banyak pihak yakin trofi akan tetap di Munich.
Namun, kenyataan berkata lain. Bayern sempat unggul lebih dulu melalui sundulan Thomas Müller, tetapi gol penyama Didier Drogba di penghujung waktu normal memaksa laga berlanjut ke adu penalti. Di sinilah drama memuncak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tendangan Bastian Schweinsteiger menghantam tiang, dan Drogba kembali menjadi tokoh utama dengan mencetak penalti penentu kemenangan bagi Chelsea. Klub asal London itu pun meraih trofi Liga Champions pertamanya, di markas lawan.
Kekalahan itu terasa begitu pahit. Di stadion sendiri, di depan ribuan pendukung setia, Bayern harus menelan kenyataan pahit. Malam yang seharusnya menjadi pesta justru berubah menjadi tragedi olahraga.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











