Fokus Peningkatan PAD, Bupati Kupang Tanda Tangan MoU Jasa Angkutan Laut Tongkang Bersama PT. Sarana Laju Maritim

- Editorial Team

Senin, 1 Desember 2025 - 20:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 53 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com _Berbagai upaya dilakukan Pemkab Kupang dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Minggu, (30/11/2025) bertempat di Jakarta, Bupati Kupang Yosef Lede dan Direktur PT Sarana Laju Maritim, M. Arif Al Amin melakukan penandatangan MoU untuk penyediaan jasa angkutan kapal tongkang sebagai upaya memperkuat sistem transportasi barang dan material dari wilayah Kabupaten Kupang ke beberapa daerah luar.

Baca Juga :  Merah Putih di Langit Wuyuneri Satgas Yonif 743/PSY dan Masyarakat sambut HUT ke-80 RI

Bupati Kupang Yosef Lede, menyatakan bahwa penting mengeksplore potensi yang dimiliki daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. MoU ini juga jelasnya merupakan upaya meningkatkan kerjasama antar daerah sekaligus memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk peningkatan PAD.  Dirinya berharap ada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Kupang Resmikan Kantor Desa Besmarak, Momentum Meningkatkan Pelayanan Publik

Orang nomor satu di Kabupaten Kupang tersebut menyatakan dengan kerjasama yang terjalin memberikan efek penting bagi pembangunan antar wilayah dan memberikan manfaat bukan hanya di Kabupaten Kupang tetapi daerah lain yang membutuhkan barang dan material dari Kabupaten Kupang.  ” ini langkah awal, langkah nyata kita mewujudkan Kabupaten Kupang yang lebih baik, kita berharap akan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru