Kupang_Haluantimur.com_ Pasca penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahap pertama di Kabupaten Kupang pada Senin (21/7/2025), suasana di Kantor Bupati Kupang mendadak memanas.
Bupati Kupang, Yosef Lede, meluapkan kemarahan secara terbuka kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Eliaser Teuf, dan jajarannya.
Penyebabnya bukan hal sepele. Orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu merasa kecewa dan marah besar karena penempatan guru PPPK yang baru menerima SK dilakukan secara semena-mena.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menduga kuat ada unsur politisasi dan praktik suka atau tidak suka dalam proses distribusi tenaga pendidik tersebut.
“Ini karena otaknya hanya politik dan tidak suka orang, makanya susunannya seperti ini,” semprot Bupati Yosef Lede dengan nada tinggi, Selasa (22/7/2025), di Kantor Bupati Kupang.
Menurutnya, penempatan sejumlah guru sama sekali tidak mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan.
Salah satu contohnya, ada guru yang bertugas di Amarasi Selatan justru ditempatkan di Kecamatan Fatuleu Barat, sementara ada pula guru dari Kecamatan Takari yang harus bertugas di Kupang Barat, tanpa pertimbangan profesional.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











