Kadis Pendidikan Diujung Tanduk, Bupati Kupang Ancam Pecat

- Editorial Team

Selasa, 22 Juli 2025 - 16:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 255 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Pasca penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahap pertama di Kabupaten Kupang pada Senin (21/7/2025), suasana di Kantor Bupati Kupang mendadak memanas.

Bupati Kupang, Yosef Lede, meluapkan kemarahan secara terbuka kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang, Eliaser Teuf, dan jajarannya.

Baca Juga :  Peresmian dan Penabisan Gedung Gereja Imanuel Ponain

Penyebabnya bukan hal sepele. Orang nomor satu di Kabupaten Kupang itu merasa kecewa dan marah besar karena penempatan guru PPPK yang baru menerima SK dilakukan secara semena-mena.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menduga kuat ada unsur politisasi dan praktik suka atau tidak suka dalam proses distribusi tenaga pendidik tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Poto Siap Mendukung Program Swasembada Pangan Menuju Kabupaten Kupang Emas

“Ini karena otaknya hanya politik dan tidak suka orang, makanya susunannya seperti ini,” semprot Bupati Yosef Lede dengan nada tinggi, Selasa (22/7/2025), di Kantor Bupati Kupang.

Menurutnya, penempatan sejumlah guru sama sekali tidak mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan.

Baca Juga :  Penantian Panjang Ahirinya Terjawab Bupati Kupang Serakan SK PPPK Tahap I

Salah satu contohnya, ada guru yang bertugas di Amarasi Selatan justru ditempatkan di Kecamatan Fatuleu Barat, sementara ada pula guru dari Kecamatan Takari yang harus bertugas di Kupang Barat, tanpa pertimbangan profesional.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru