WALHI NTT mengingatkan bahwa aktivitas tambang ilegal di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kejahatan lingkungan serius. Praktik ini mengancam sumber air, ketahanan pangan, dan keselamatan jangka panjang warga Sumba Timur.
WALHI NTT menyoroti empat dampak berbahaya dari ketidakjelasan kasus ini.
Memberi ruang bagi pelaku untuk kembali beroperasi. Melemahkan sanksi sosial dan hukum bagi perusak lingkungan. Mempertanyakan komitmen aparat dalam melindungi ekosistem. Merusak citra institusi kepolisian di mata masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul terhadap pelaku yang memiliki modal dan jaringan,” tambah Yulianto.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan hidup, WALHI NTT secara tegas mendesak Polres Sumba Timur untuk.
Menyampaikan secara transparan kepada publik mengenai tahapan proses hukum yang sedang berjalan.
Menjelaskan jumlah tersangka dan pasal-pasal yang disangkakan.
Mengusut tuntas hingga ke pemodal di balik tambang ilegal, bukan hanya pekerja lapangan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











