Tokoh sentral dalam sejarah ini adalah Chornelis Pello. Saat itu, Ia masih aktif bekerja sebagai sopir angkot. Oskar Loak menjemputnya langsung atas perintah para tokoh masyarakat untuk hadir dalam pertemuan di rumah Petrus Tallo.
Dalam pertemuan yang dihadiri sekitar 30 tokoh masyarakat tersebut, sejarah mencatat momen krusial: Chornelis Pello terpilih dan dipercayakan menjadi Ketua Badan Pengurus Pemekaran Desa dengan anggota sebanyak 11 orang.
Perjuangan terus bergulir hingga tanggal 13 Maret 2002. Bertempat di kediaman Jibrel Fattu, almarhum sebanyak 90 orang warga berkumpul. Dalam musyawarah mufakat tersebut, Chornelis Pello diberhentikan dari jabatan ketua panitia untuk kemudian dipercaya mengemban tugas yang lebih berat sebagai Kepala Desa Bayangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di momen inilah nama “Pantai Beringin” diputuskan. Nama ini memiliki akar filosofis yang kuat.
Diambil dari usulan Tamukun Oehendak, Saul Saduk, almarhum. Merujuk pada pohon beringin besar di tengah kampung Oehendak yang menjadi saksi bisu tempat pertemuan umum warga.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












