Selain fokus pada pemenuhan gizi, Yosafat Dokoebani juga memberikan perhatian serius pada aspek sanitasi dan kebersihan lingkungan di sekitar fasilitas SPPG. Beliau menginstruksikan pengelola untuk disiplin dalam mengelola limbah domestik agar tidak mencemari lingkungan sekitar.
”Kami menekankan pentingnya menjaga kebersihan limbah di dalam SPPG agar tidak terjadi pencemaran. Harapan kami, dalam seminggu beberapa kali atau setidaknya satu minggu sekali, harus dilakukan penyedotan limbah jika tangki penampungan sudah penuh dan dibuang ke tempat pembuangan yang semestinya,” tegasnya.
Diresmikannya Dapur SPPG Pariti ini juga membawa angin segar bagi perekonomian warga sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Sulamu menjelaskan bahwa program ini sengaja dirancang untuk menyerap tenaga kerja dari anak-anak muda dan masyarakat lokal Desa Pariti.
Lebih dari itu, Dapur SPPG ini diwajibkan untuk menyerap sumber pangan lokal yang layak dan berkualitas sebagai bahan baku utama menu gizi.
Dengan perputaran rantai pasok ini, diharapkan ekonomi masyarakat di tingkat desa dapat bertumbuh secara signifikan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









