Area Manager SIAP SIAGA NTT, Silvia Fanggidae, menegaskan pentingnya keberadaan RAD API di tingkat kabupaten/kota mengingat implementasi lapangan berada di wilayah tersebut.
”Kalau provinsi bikin tetapi kabupaten/kota tidak, itu mungkin hanya 25 persen keberhasilan. Sebanyak 75 persennya ada di kabupaten/kota. Karena itu, panduan ini disiapkan agar agenda adaptasi masuk secara sistematis ke perencanaan pembangunan daerah, bukan sekadar menjadi kegiatan sektoral yang berdiri sendiri,” ujar Silvia.
Silvia mengapresiasi Bapperida NTT yang telah mengintegrasikan agenda RAD API Provinsi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida NTT, John Paut, menambahkan bahwa peran aktif 22 kabupaten/kota menjadi kunci penentu. Tanpa pergerakan di tingkat lokal, upaya mitigasi dan adaptasi tingkat provinsi tidak akan berjalan optimal.
”Dokumen RAD API provinsi ini pelengkapnya adalah dokumen RAD API kabupaten/kota. Jadi kalau kabupaten/kota tidak bergerak, sama saja kita berjalan di tempat,” kata John. Ia juga menekankan perlunya sosialisasi yang menjangkau seluruh daerah, termasuk kawasan di Pulau Flores yang saat ini masih fokus menangani dampak bencana.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











