Rajut Kedamaian di Tanah Papua: Satgas Yonif 743/PSY Bersilaturahmi ke Tokoh Agama di Distrik Mulia

- Editorial Team

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 90 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Puncak Jaya, (31/7/2025).Pertemuan penuh makna terjadi di Kampung Purleme, Distrik Mulia. Dansatgas Yonif 743/PSY, Letkol Inf Hery Mujiono, melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Pendeta Yulius Wonda, seorang tokoh agama yang dihormati dan menjadi panutan umat di wilayah tersebut.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Satgas Yonif 743/PSY dalam membangun kedekatan, mempererat tali persaudaraan, serta menjaga harmonisasi kehidupan sosial bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat di Papua.

Baca Juga :  Penyaluran Bansos Diduga Tidak Tepat Sasaran, Anggota DPRD Minta Dinas Sosial Kroscek Langsung Kelapangan

“Kehadiran kami bukan hanya sebagai pengaman wilayah di Mulia, tapi juga sebagai sahaba, saudara dan rekan yg berupaya menjadi solutif bagi masyarakat. Melalui silaturahmi ini, kami ingin memperkuat rasa saling percaya dan kebersamaan demi terwujudnya kedamaian yang hakiki” tutur Letkol Inf Hery Mujiono dalam suasana pertemuan yang penuh kekeluargaan.

Dalam bincang hangat tersebut, keduanya berdiskusi mengenai kondisi sosial masyarakat, tantangan di kampung, serta harapan akan masa depan yang damai dan sejahtera bagi generasi Papua. Pendeta Yulius Wonda menyambut hangat kedatangan rombongan Satgas dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta pendekatan yang dilakukan.

Baca Juga :  Panitia Selter Pejabat Tinggi Pratama Kabupaten Kupang Umumkan Dua Jabatan Strategis

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru