Kupang_Haluantimur.com_ Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat koordinasi penting bersama Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, S.Ip, SH, MH, guna membahas tata kelola pertambangan mineral bukan logam dan batuan (MBLB).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat Takari pada Jumat (17/04/2026) ini juga menghadirkan para pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang beroperasi di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan lima isu krusial dalam pengelolaan tambang. teknis pertambangan yang baik, perlindungan lingkungan, pembagian hasil yang adil sesuai Pasal 33 UUD 1945, penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility), serta jaminan keamanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita harus memastikan pembagian hasil antara kabupaten dan provinsi dilakukan secara adil demi kepentingan daerah. Selain itu, CSR sebesar 1-2% wajib dialokasikan secara langsung untuk pembangunan di tingkat desa dan kecamatan di sekitar wilayah tambang,” tegas Gubernur. Beliau juga merencanakan sistem digitalisasi melalui kerja sama dengan perbankan agar setoran retribusi dapat dipotong langsung di lokasi tambang untuk mencegah kebocoran.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











