Pawai Paskah Pemuda di Kabupaten Kupang, Ketua Sinode GMIT, Iman Adalah Partisipasi Seluruh Keberadaan Tubuh

- Editorial Team

Selasa, 7 April 2026 - 19:49 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 54 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com _Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Semuel Pandie, S.Th, saat pelepasan Pawai Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang tahun 2026 yang dipusatkan di halaman Gereja GMIT Kalvari Puluthie, Klasis Kupang Tengah, Selasa (07/04/2026).

Dalam sambutannya yang sarat makna teologis dan sosial, Pdt. Semuel Pandie menekankan bahwa Paskah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah refleksi iman yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.

Baca Juga :  Penyaluran Bantuan Pangan Beras Di Desa Raknamo Berjalan Tertip dan Lancar

​Pdt. Semuel, menyoroti pergeseran makna iman di era modern. Menurutnya, iman seringkali terjebak hanya pada tataran keyakinan pikiran, padahal iman yang sesungguhnya adalah keterlibatan total seluruh panca indra.

​”Iman itu adalah sebuah partisipasi dari seluruh keberadaan tubuh kita. Indra melihat, mendengar, merasa, dan menyentuh menjadi alas sehingga Paskah membawa kita pada sentuhan-sentuhan kemuliaan,” ujar Pdt. Semuel.

Ia juga menepis kritik mengenai besarnya anggaran perayaan keagamaan. Mengambil analogi perempuan yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, Pdt. Semuel menjelaskan adanya konsep “Pengurusan yang Kudus”. Baginya, perayaan adalah bentuk refleksi partisipasi orang percaya di hadapan Tuhan, selama hal tersebut didasari oleh rasa takut akan Tuhan.

Baca Juga :  Bupati Perlihatkan Wibawa, Ancaman Pecat Kepala Dinas Pendidikan Yang Tak Profesional

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru