Kupang_Haluantimur.com _Ketua Majelis Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT), Pendeta Semuel Pandie, S.Th, saat pelepasan Pawai Paskah Pemuda Kristen Kabupaten Kupang tahun 2026 yang dipusatkan di halaman Gereja GMIT Kalvari Puluthie, Klasis Kupang Tengah, Selasa (07/04/2026).
Dalam sambutannya yang sarat makna teologis dan sosial, Pdt. Semuel Pandie menekankan bahwa Paskah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah refleksi iman yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.
Pdt. Semuel, menyoroti pergeseran makna iman di era modern. Menurutnya, iman seringkali terjebak hanya pada tataran keyakinan pikiran, padahal iman yang sesungguhnya adalah keterlibatan total seluruh panca indra.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Iman itu adalah sebuah partisipasi dari seluruh keberadaan tubuh kita. Indra melihat, mendengar, merasa, dan menyentuh menjadi alas sehingga Paskah membawa kita pada sentuhan-sentuhan kemuliaan,” ujar Pdt. Semuel.
Ia juga menepis kritik mengenai besarnya anggaran perayaan keagamaan. Mengambil analogi perempuan yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, Pdt. Semuel menjelaskan adanya konsep “Pengurusan yang Kudus”. Baginya, perayaan adalah bentuk refleksi partisipasi orang percaya di hadapan Tuhan, selama hal tersebut didasari oleh rasa takut akan Tuhan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











