RI 25 Sambangi SMPN 6 Kupang Tengah Gebrakan Mendikdasmen di Tengah Barikade Protokol yang Kaku ​

- Editorial Team

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 57 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Kunjungan Menteri ke daerah pelosok seperti Kupang Tengah seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendengar langsung arah kebijakan pendidikan nasional, terutama mengenai nasib guru honorer, kurikulum terbaru, hingga perbaikan infrastruktur sekolah di daerah tertinggal.

​”Bagaimana masyarakat bisa tahu kalau program pemerintah sedang dijalankan jika akses komunikasi diputus oleh sekat protokol? Kehadiran fisik Menteri sangat kami apresiasi, namun gagasan dan janji politiknya jangan hanya berhenti di ruang kelas yang tertutup,” ujar salah satu pengamat pendidikan lokal yang hadir di lokasi.

Baca Juga :  Gereja Dan Karang Taruna Bersatu Dalam Kasih Dan Pelayanan

​Apakah kunjungan ini sekadar seremoni formalitas atau benar-benar membawa solusi nyata? Tanpa adanya ruang bagi media untuk mengonfirmasi capaian kementerian, transparansi program pemerintah di wilayah NTT terancam hanya menjadi catatan di atas kertas tanpa akuntabilitas yang jelas di mata rakyat.

​Negara harus hadir bukan hanya dengan pengawalan ketat, tetapi dengan penjelasan yang bisa diakses oleh setiap orang tua murid di pelosok Kabupaten Kupang..**

Baca Juga :  Haru dan Syukur, PPPK Setelah 11 Tahun Mengabdi

Berita Terkait

Resmob Polres Kupang Ringkus Pencuri Hewan di Sulamu, Lima Ekor Anjing Diamankan
Respons Cepat Keluhan Warga, BBWS NTT II dan BPJN NTT Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Naibonat
Pemerintah Desa Tanah Putih Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 18 KPM Terima Bantuan Tunai ​
LPJ Desa Poto Buntu, Camat Fatuleu Barat Resmi Rekomendasikan Pemeriksaan Khusus oleh Inspektorat ​
Camat Fatuleu Barat Angkat Bicara Soal Isu Motor Operasional Desa Kalali “Aset Desa Harus Dipertanggungjawabkan” ​
Aset Desa “Ghaib”, Warga Kalali Pertanyakan Keberadaan Motor Operasional di Tangan Desa Tetangga ​
Efisiensi Panen Meningkat, Petani Kelurahan Merdeka Apresiasi Kehadiran Combine Harvester di Kupang Timur ​
Resmi Ditetapkan, APBDes Desa Seki Tahun 2026 Fokus pada Kesejahteraan 1.082 Jiwa Masyarakat ​

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:24 WITA

Resmob Polres Kupang Ringkus Pencuri Hewan di Sulamu, Lima Ekor Anjing Diamankan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:44 WITA

Respons Cepat Keluhan Warga, BBWS NTT II dan BPJN NTT Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Naibonat

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:36 WITA

Pemerintah Desa Tanah Putih Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 18 KPM Terima Bantuan Tunai ​

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:03 WITA

LPJ Desa Poto Buntu, Camat Fatuleu Barat Resmi Rekomendasikan Pemeriksaan Khusus oleh Inspektorat ​

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:49 WITA

Camat Fatuleu Barat Angkat Bicara Soal Isu Motor Operasional Desa Kalali “Aset Desa Harus Dipertanggungjawabkan” ​

Senin, 11 Mei 2026 - 23:10 WITA

Efisiensi Panen Meningkat, Petani Kelurahan Merdeka Apresiasi Kehadiran Combine Harvester di Kupang Timur ​

Senin, 11 Mei 2026 - 16:50 WITA

Resmi Ditetapkan, APBDes Desa Seki Tahun 2026 Fokus pada Kesejahteraan 1.082 Jiwa Masyarakat ​

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:33 WITA

SPPG Sikumana Resmi Beroperasi, Sasar Ratusan Anak PAUD dan TK di Kota Kupang ​

Berita Terbaru