Kunjungan Menteri ke daerah pelosok seperti Kupang Tengah seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendengar langsung arah kebijakan pendidikan nasional, terutama mengenai nasib guru honorer, kurikulum terbaru, hingga perbaikan infrastruktur sekolah di daerah tertinggal.
”Bagaimana masyarakat bisa tahu kalau program pemerintah sedang dijalankan jika akses komunikasi diputus oleh sekat protokol? Kehadiran fisik Menteri sangat kami apresiasi, namun gagasan dan janji politiknya jangan hanya berhenti di ruang kelas yang tertutup,” ujar salah satu pengamat pendidikan lokal yang hadir di lokasi.
Apakah kunjungan ini sekadar seremoni formalitas atau benar-benar membawa solusi nyata? Tanpa adanya ruang bagi media untuk mengonfirmasi capaian kementerian, transparansi program pemerintah di wilayah NTT terancam hanya menjadi catatan di atas kertas tanpa akuntabilitas yang jelas di mata rakyat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Negara harus hadir bukan hanya dengan pengawalan ketat, tetapi dengan penjelasan yang bisa diakses oleh setiap orang tua murid di pelosok Kabupaten Kupang..**
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










