”Kami perkirakan pada hari Rabu mendatang, SPBU sudah bisa melakukan penjualan dan melayani masyarakat kembali secara normal. Semua jenis BBM subsidi, baik Solar maupun Pertalite, akan tersedia dengan catatan bahwa suplai dan distribusi dari pihak Pertamina berjalan dengan lancar,” tambah Gabriel.
Gabriel juga meluruskan status kepemilikan SPBU di Pantai Beringin ini. Berbeda dengan beberapa SPBU lain yang operasionalnya ditangani langsung oleh Pertamina, SPBU Sulamu merupakan 100% milik pengusaha lokal (swasta), di mana Pertamina bertindak sebagai mitra penyedia dan penyalur pasokan bahan bakar.
Selain kendala teknis alat, Gabriel juga membagikan potret nyata perjuangan pengantaran BBM ke wilayah Sulamu. Jalur transportasi yang sulit kerap menjadi rapor merah yang menghambat proses distribusi, terutama saat musim penghujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kalau musim kering seperti sekarang, jalurnya masih bagus. Tapi kalau sudah musim hujan, situasinya sangat sulit. Bahkan di Kali Nevopal yang putus selama 3 tahun ini, tidak jarang kami harus menyewa truk atau auto-track lain hanya untuk membantu menarik mobil tangki Pertamina agar bisa keluar dari kali. Belum lagi tantangan sosial di masa lalu, seperti larangan melintas dari pemilik lahan, padahal di sisi lain pemerintah melarang truk tangki melewati jembatan. Jadi, kendala ini tidak jarang membuat pihak Pertamina sendiri kewalahan di lapangan,” jelasnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










