Pembangunan ini bukan sekadar fisik, melainkan sarana untuk memohon kelancaran, keamanan, dan ketentraman bagi pelayanan umat di masa depan.
”Kita Tuhan titipkan di dunia ini untuk mengelola dengan baik. Mari kita jalankan pembangunan ini bersama-sama, mulai dari umat hingga para donatur, sebagai wujud syukur kita,” ujar Romo Agustinus.
Mewakili Bupati Kupang, Yosef Lede, Kabag Pemerintahan Sekda Kabupaten Kupang, Yane Paoe, hadir untuk membacakan sambutan tertulis sekaligus melakukan peletakan batu pertama secara simbolis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Kupang menekankan bahwa Rumah Pastoran bukan sekadar tempat tinggal imam, melainkan pusat pembinaan iman dan konsultasi bagi masyarakat.
Pastoran diharapkan menjadi tempat yang menghadirkan damai, pengharapan, dan kasih bagi sesama.
Mengutip Mazmur 127:1, Bupati mengingatkan bahwa jika bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya.
Harapan Daerah: Pemerintah berharap Paroki Taklale terus menjadi “terang dan garam” bagi masyarakat Kupang, membantu membangun moralitas dan keharmonisan di tengah keberagaman.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









