“Awalnya kami dengar ada ribut ribut diluar ruangan, karna hal itu, kami memutuskan untuk mengunci pintu dan lari menuju ruangan Kabag Umum, seketika didobrak paksa oleh mereka,” ujarnya.
Ia menuturkan, saat berada di dalam ruangan Bupati Kupang, massa aksi mempertanyakan keberadaan Bupati Kupang.
“Saat mereka berhasil masuk, kami dengar mereka berteriak dan mempertanyakan keberadaan Bupati. Memang saat mereka datang Pak Bupati sedang berada di DPRD mengikuti sidang. Massa kemudian berteriak jika pada papan masih tertera Bupati ada diruangan sehingga mereka semakin berteriak kencang,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sumber mengatakan, kepanikan yang dialami dirinya dan staf lainnya tidak hanya soal keselamatan diri namun, terdapat beberapa berkas penting yang masih berada diatas meja kerja.
“Sampai saat ini saya belum berani kembali ke ruangan karna mereka masih duduk didepan ruangan. Saya takut berkas penting diatas meja hilang atau dirusak. Saya mau kembali ke ruangan tapi masih takut,” tutupnya.
Merasa terancam, stap yang berada ruangan kerja Bupati Kupang melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kupang..(pupe)
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









