Proses pendistribusian ini akan dipantau ketat oleh pihak Kepolisian (Polsek Amfoang Utara dan Amfoang Barat Laut) untuk mencegah terjadinya penimbunan.
Diharapkan per Sabtu mendatang, distribusi ini mampu menekan harga di tingkat eceran menjadi kisaran Rp13.500 hingga Rp15.000 per liter, tergantung jarak desa tujuan.
Sebagai solusi permanen, Pemerintah Kecamatan terus mendorong percepatan pembangunan SPBU 3D (BBM Satu Harga) di wilayah Amfoang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami sudah menyiapkan lahan sejak awal tahun lalu dan usulan pembangunan telah disampaikan ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Saat ini kami sedang menunggu rekomendasi final agar mitra usaha dapat segera melakukan investasi,” ujar Hendra Mooy.
Selain masalah distribusi, Hendra juga menyoroti kendala administrasi yang dihadapi warga dalam mengakses BBM subsidi. Banyak petani dan nelayan di Amfoang belum memiliki rekomendasi dan barcode dari Dinas Pertanian atau Perikanan.
Mulai Jumat besok, pemerintah kecamatan akan mengumpulkan para kepala desa dan lurah untuk memfasilitasi verifikasi kelompok tani agar mereka bisa mendapatkan akses BBM subsidi dengan harga yang lebih terjangkau di masa depan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









