Kupang_Haluantimur.com _Program unggulan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kupang kini berada dalam sorotan tajam. Dugaan praktik mark-up harga bahan baku yang sistematis serta aroma monopoli supplier dilaporkan terjadi di tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), memicu desakan agar Badan Gizi Nasional (BGN) segera melakukan audit investigatif.
Berdasarkan informasi dari sumber internal relawan SPPG yang enggan disebutkan namanya, diduga kuat oknum pengelola dan akuntan di lapangan melakukan manipulasi harga bahan makanan.
Modus ini dinilai sangat ironis karena pengelola disinyalir sudah meraup keuntungan dari biaya sewa gedung, namun masih mencoba “mengigit” anggaran per porsi sebesar Rp 10.000.
”Mark-up ini diatur secara sistematis demi keuntungan pribadi. Hak gizi anak-anak dikorbankan demi selisih harga yang masuk ke kantong oknum,” ungkap sumber tersebut, Kamis (23/04/2026).
Tak hanya soal harga, isu monopoli suplai bahan baku juga mencuat. Salah satu pengelola dapur SPPG di Kecamatan Kupang Timur diduga memonopoli pasokan sayur, daging, hingga buah-buahan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










