“Beberapa pasien dengan kondisi lebih berat terpaksa langsung dirujuk ke rumah sakit. Kami telah mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium, dan hasilnya baru akan diketahui sekitar satu minggu ke depan,” jelas dr. Elin.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Kupang, Kristoforus Tepoi, mengakui bahwa insiden ini merupakan Kejadian Luar Biasa (KLB). Meskipun mengklaim adanya pengawasan dari tenaga gizi dan kepala satuan pelayanan, fakta di lapangan menunjukkan kegagalan sistemik dalam menjaga keamanan pangan.
”Kami sudah mengambil sampel dari dapur penyedia layanan. Saat ini kami menunggu hasil lab untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Kristoforus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa seluruh siswa yang sempat dirawat kini telah diperbolehkan pulang.
Insiden di SDN Onitua diduga bukan kasus tunggal. Sejumlah tokoh masyarakat menyoroti preseden serupa yang terjadi di berbagai Satuan Pelayanan (SPPG) lain di wilayah Kabupaten Kupang.
Hal ini memicu gelombang mosi tidak percaya terhadap kinerja pengawasan di tingkat daerah dan juga tamparan keras bagi SPPG yang saat ini beroperasi di wilayah Kabupaten Kupang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









