“Petani dapat memahami dan memanfaatkan informasi iklim dengan baik, sehingga dapat menentukan waktu tanam dan pola tanam yang lebih tepat,” tutur Wakil Bupati
Sementara Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II NTT, Rahmattulloh Adji, dalam sambutannya menyebut, kolaborasi dengan CIRMA terjalin di tahun 2025 dalam bentuk penandatanganan kerjasama, dengan komitmen bangun pemahaman iklim kepada petani kecil.
“Kiranya melalui sekolah ini, informasi iklim yang disampaikan kepada petani, dapat dibaca, diterjemahkan secara baik dari meteorologinya setiap jam, hari, termasuk prakiraan musim. Jangan sampai informasi yang diberikan, berlalu begitu saja, tidak paham apa yang dimaksud,”kata Adji.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan Yohanes Mangu Ladjar Direktur Yayasan Cirma menjelaskan, Sekolah Lapang Iklim bagi Komunitas Petani Kecil di Tahun 2025 digelar di enam Kabupaten/Kota yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu dan Malaka dengan total 6000 petani kecil.
“Di Kabupaten Kupang ada lima desa yang akan didampingi yaitu Silu, Camplong II, Raknamo, Tanah Merah dan Oeltua.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











