Warga Desa Oeniko Harapkan Perhatian Pemerintah Untuk Perbaikan Ruas Jalan Yang Sangat Rusak Parah

- Editorial Team

Selasa, 1 Juli 2025 - 23:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 48 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com__ Jalan Jurusan Oesao,Oemolo Tepatnya di desa Oeniko, kecamatan Amabi Oefeto Timur kabupaten kupang (NTT), saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Pantawan Haluantimur. Selasa (1/7/2025) tampak jalan dan berlubang yang menghiasi jalan tersebut sepanjang 15 Km.

Menurut Daud Finit (60)  Semenjak turunnya hujan beberapa waktu belakangan ini, kondisi Jalan rusak kian sangat parah hingga susah untuk dilewati.

Jalan raya Desa Oeniko sepanjang kurang lebih 15 km, yang tembus ke kantor kecamatan Amabi Oefeto Timur kondisinya tidak layak di lalui tetapi apa mau di kata ini merupakan satu-satunya akses menuju ibu kota kabupaten kupang dan kantor kecamatan.

Baca Juga :  Kabuputen Kupang Kembali Meraih OPINI WTP Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2024

” Ditambahkan Infrastruktur jalan memang salah satu faktor yang sangat penting karena dapat membantu faktor Ekonomi masyarakat seperti halnya yang terjadi, ruas jalan kabupaten yang setiap hari di lalui warga masyarakat, dan ruas jalan tersebut menuju kecamatan Amabi Oefeto Timur, ” ujar Daud.

Baca Juga :  Satgas Yonif 743/PSY Bersama Seluruh Elemen Masyarakat Mengibarkan Bendera Merah Putih di Kabupaten Puncak Jaya

Oktofianus Boksuni (54) salah satu warga Dusun I Desa Oeniko , menyampaikan  kepada media bahwa jalan tersebut sering di lalui masyarakat sekitar khususnya Warga Desa Oeniko banyak yang mengelu dengan kondisi Jalan seperti ini bahkan kalau di musim hujan.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru