Jabatan Camat Fatuleu Barat Resmi Diserahterimakan

- Editorial Team

Selasa, 6 Januari 2026 - 23:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 235 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Menindaklanjuti proses mutasi dan rotasi yang dilakukan Bupati Kupang Yosef Lede, beberapa waktu lalu, jabatan Camat Fatuleu Barat secara resmi diserahterimakan. Proses serah terima jabatan (Sertihab) ini dilaksanakan pada Selasa (6/01/2026) siang bertempat di aula kantor camat fatuleu barat.

Jabatan Camat Fatuleu Barat yang sebelumnya ditempati, Johanis Hadjo Wele.S.TP kini ditempati, Ayub Anzgar  Manafe,S.STP. yang sebelumnya menjabat kepala bidang pencegahan dan kesiapsiagaan pada badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Pengusaha Ternak di NTT Mengeluh Dengan Pengiriman Jelang Idul Adha

Prosesi Sertijab berlangsung singkat dan sederhana, dengan dihadiri Kapolsek Fatuleu Iptu Makus Tameno,SH, Kepala Desa Poto Melki Sedek Petan, Kepala Desa Tuakau Benjamin Ndun, Kepala Desa Naitae Kores Abraham Laome, BPD Desa Kalali, Ketua BPD desa dan semua undangan yang hadir, Kegiatan ini  kemudian diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh perwakilan dari Kantor Kecamatan.

Dalam sambutannya, Johanis Hadjo Wele.S.TP, memberikan tanggapan positifnya terhadap kekompakan seluruh aparatur pemerintahan di lingkungan Kecamatan Fatuleu Barat dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kepada masyarakat “Bangga dengan sikap dan loyalitas rekan-rekan di pemerintahan bersama masyarakat dalam setiap kegiatan. sungguh hebat dan luar biasa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Aksi Massa Anarkis, Merusak Pintu Ruang Kerja Bupati Kupang

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru