Lagi-Lagi Ibu Hamil Menjadi Korban, Saat Di Rujuk Ke RSUD Naibonat

- Editorial Team

Selasa, 18 Februari 2025 - 17:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 68 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang,Haluantimur.com —  Akibat terputusnya sejumlah jembatan di jalur Kupang – Amfoang kali ini memakan korban. Seorang ibu hamil meninggal dalam perjalanan saat di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kupang.

Korban yakni Ribka Bonlae (21), Warga Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Korban meninggal saat di rujuk ke RSUD Naibonat karena kondisinya kritis.

Baca Juga :  Anggaran Desa Oeteta 2026 Menurun Drastis, Musyawarah LPJ dan Penetapan KPM BLT Berlangsung Alot namun Kondusif

Sebelumnya korban harus ditandu oleh sejumlah masyarakat dan harus bertarung nyawa menyebarangi tinga sungai besar akibat putusnya jembatan di wilayah tersebut.

Kepala UPTD Puskesmas Manubelon, Agnes Raro, mengatakan korban diantar oleh keluarga ke Puskemas pada Jumat ( 14/2 /2025) dengan kondisi sudah kritis.

Korban diketahui ODGJ dan selama masa kehamilannya dari pihak keluarga tidak menginformasikan ke petugas kesehatan.

Baca Juga :  Kepala Desa Oebelo: Kami Siap Sukseskan Pawai Paskah dan Sambut Peserta di Garis Start

“Saat mereka antar pasien tidak mau berbicara dan tidak mau makan. Informasi dari pihak keluarga bahwa ada pembengkakan pada perut korban.

Mendapati infomasi tersebut kami langsung berikan pelayanan kesehatan serta melakukan pemeriksaan.

Berita Terkait

Kasus Pembacokan Warga Desa Pariti Korban Alami Luka Parah, Desak Polres Kupang Segera Tangkap Pelaku ​
Pemkab Kupang Resmi Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Mafia Sewa Lahan Daerah ke Polres Kupang ​
Sukses Raih 3 Besar Pelayanan Kesehatan Gratis, Puskesmas Poto Gelar Aksi Nyata di Desa Naitae ​
Empat Bulan Bolos Tanpa Kabar, Kades Kalali Bakal Gandeng Camat Fatuleu Barat Tertibkan Aparat Desa yang Mangkir
Lolos PPPK Paruh Waktu di Fatuleu Barat, Tenaga Kesehatan Ini Curhat Belum Terima Gaji “Kami Butuh untuk Makan Sehari-hari”
Dukung Kesejahteraan dan Tekan Stunting, Pemdes Fatuteta Salurkan BLT Ekstrem dan Reward Posyandu ​
Desa Naitae Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 untuk 23 KPM ​
Dua Pengurus Inti Saling Memaafkan, Daniel Taimenas “Mari Bersama Kita Jaga Akar Rumput Partai Golkar!” ​

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:58 WITA

Kasus Pembacokan Warga Desa Pariti Korban Alami Luka Parah, Desak Polres Kupang Segera Tangkap Pelaku ​

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pemkab Kupang Resmi Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Mafia Sewa Lahan Daerah ke Polres Kupang ​

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:20 WITA

Sukses Raih 3 Besar Pelayanan Kesehatan Gratis, Puskesmas Poto Gelar Aksi Nyata di Desa Naitae ​

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:54 WITA

Empat Bulan Bolos Tanpa Kabar, Kades Kalali Bakal Gandeng Camat Fatuleu Barat Tertibkan Aparat Desa yang Mangkir

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:51 WITA

Lolos PPPK Paruh Waktu di Fatuleu Barat, Tenaga Kesehatan Ini Curhat Belum Terima Gaji “Kami Butuh untuk Makan Sehari-hari”

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:30 WITA

Desa Naitae Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 untuk 23 KPM ​

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:11 WITA

Dua Pengurus Inti Saling Memaafkan, Daniel Taimenas “Mari Bersama Kita Jaga Akar Rumput Partai Golkar!” ​

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:00 WITA

Wujudkan Keadilan Energi, Pemkab Kupang Berkomitmen Bangun SPBU Satu Harga di Wilayah Amfoang dan Semau ​

Berita Terbaru