Sementara Ketua Majelis Klasis Semau, Pendeta Doni Banik mengatakan, tradisi dalam masyarakat termasuk HOPONG NGAE yang dilaksanakan secara terus menurus, menandakan bahwa ada campur tangan Tuhan yang mau agar tradisi yang dilaksanakan bisa menjadi sarana pemersatu bagi jemaat. Oleh karena itu Pendeta Banik meminta agar jemaat memaknai bahwa tradisi HOPONG NGAE sebagai alat Tuhan untuk mempresatukan jemaat, dengan tidak melupakan sesama
“Banyak kekayaan nilai dari tadisi HOPONG NGAE yang bisa diambil jemaat untuk menumbuhkan iman jemaat dan mengembangkannya dengan selalu meperhatikan sesama agar iman semakin bertumbuh”, ujar Pendeta Banik.
Turut hadir dalam ibadah tersebut, dua orang anggota DPRD Kabupaten Kupang masing – masing, Yohanis Munah dan Absalom Buy, beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang, pimpinan Bank NTT Oelamasi, dan warga jemaat setempat..[Juwita]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











