Kapolsek Sulamu Ajak Warga Maknai Paskah 2026 dengan Kedamaian dan Toleransi

- Editorial Team

Kamis, 2 April 2026 - 22:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 52 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Kamis (2/04/2026), Menyongsong perayaan Tri Hari Suci (Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah) tahun 2026, Kapolsek Sulamu, Ipda Yorim E. Padabain, SE, menyampaikan pesan khusus bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah Kecamatan Sulamu.

Dalam suasana yang penuh khidmat ini, Ipda Yorim beserta seluruh jajaran anggota Polsek Sulamu Polres Kupang mengucapkan,

Baca Juga :  Bupati Yosef Lede Pimpin Apel Pagi Tegaskan Hak-Hak ASN Wajib Diberikan

“Selamat merayakan Tri Hari Suci. Semoga kasih-Nya yang tak terbatas di kayu salib memberikan kekuatan dan pengharapan baru bagi kita. Kiranya kebangkitan Kristus membawa terang, sukacita, dan harapan baru di tengah kehidupan kita semua.”

Demi menjamin kekhusyukan ibadah dan kenyamanan bersama, Polsek Sulamu mengeluarkan 4 poin himbauan penting bagi seluruh warga.

Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama rangkaian perayaan Paskah berlangsung,

Jadikan momentum ini untuk mempererat tali persaudaraan dan saling menghormati antarumat beragama di Sulamu.

Baca Juga :  Warga Kabupaten Kupang Diduga Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan

Kami menghimbau warga untuk tidak mengonsumsi minuman keras. Perlu diingat bahwa miras seringkali menjadi pemicu utama tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, hingga gangguan kesehatan, jika menemukan permasalahan atau gangguan kamtibmas, jangan ragu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau menghubungi personel Bhabinkamtibmas kami,” ujarnya.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru