Pendeta Doddy menyampaikan keprihatinannya karena banyak pendeta kini merasa terpojok akibat opini publik yang terbentuk dari pemberitaan yang tidak lengkap dan tidak diverifikasi.
“Banyak kawan pendeta yang mengeluh, takut, bingung. Seolah-olah kami terus dihakimi. Padahal kami tidak pernah meminta apa-apa,” katanya.
Ia menilai pemberitaan yang mengaitkan dirinya tanpa konfirmasi telah memperburuk keadaan, menciptakan kesan negatif terhadap gereja dan para pemimpin agama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Minta Media Luruskan Pemberitaan”
Pendeta Doddy meminta agar media yang bersangkutan “menarik atau meluruskan” informasi yang keliru dan tidak terverifikasi tersebut. Jangan memberturkan dan memperkeruh suasana dengan mengadu domba.
“Saya berharap media tetap berpegang pada etika jurnalistik. Informasi diambil tanpa ijin, lalu di pengal dan keluar dari konteks, informasi yang tidak akurat dapat merugikan banyak pihak, apalagi menyangkut wibawa gereja dan para pemimpin agama,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia menutup dengan sikap pastoral:
“Saya hanya bisa berdoa untuk semua pihak. Semoga kita tetap sehat dan Tuhan memberkati.” (htc).

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











