Penjabat Bupati Alexson Lumba, Berpamitan kepada Seluruh Masyarakat Kabupaten Kupang

- Editorial Team

Selasa, 18 Februari 2025 - 11:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 50 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com- Upacara Kesadaran Nasional dipimpin penjabat Bupati Alexon Lumba untuk yang terakhir kalinya sebagai penjabat Bupati Kupang , Senin (17/02/2025)

Kurang lebih(sepuluh) bulan (sepuluh) hari, Alexon Lumba memimpin Kabupaten Kupang sebagai penjabat Bupati. Dalam sambutan sebagai pembina upacara , di akhir masa jabatannya, Alexon berpamitan kepada seluruh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kupang.

Baca Juga :  Cek! Ini 8 Nama Lulus Seleksi Administrasi Calon Direksi Perumda Air Minum Kabupaten Kupang

“Pertama kali tiba di Kabupaten Kupang, hari ini dengan rasa bangga dan penuh haru, saya ingin menyampaikan bahwa apa yang dimulai dengan baik harus diakhiri dengan baik pula. Sepuluh bulan sepuluh hari kita dapat melewati banyak hal bersama. Saya merasa bersyukur bisa memimpin daerah ini berkat dukungan bapak ibu sekalian dan seluruh masyarakat Kabupaten Kupang,”katanya.

Lanjut dikatakannya, sebagai pemimpin, ia hanyalah sosok pribadi yang berusaha menorehkan sejarah positif bagi daerah Kabupaten Kupang. Menurutnya, tidak berarti apa-apa, jika sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang penjabat Bupati, bekerja tanpa dukungan seluruh pihak. “Saya mengucapkan terima kasih atas hasil kerjasama yang luar biasa dan dukungan kita semua selama ini. Saya harap suatu saat saya kembali kesini, saya diterima sebagai bagian dari keluarga besar ASN Kabupaten kupang” tutur Alex Lumba.

Baca Juga :  Wapres Gibran Serahkan Bantuan Untuk Petani di Kabupaten Kupang

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru