”Dari keterangan ahli gizi kepada kami, mereka memiliki 5 supplier namun diakomodir oleh satu supplier saja. Alasan mereka agar tidak repot, kami duga ini supplier tunggal,” ungkap Yusuf Tanu.
Tak berhenti di situ, Yusuf juga menyoroti ketidakadilan yang menimpa para pekerja di lini depan. Ia menemukan adanya indikasi bahwa upah para relawan yang bekerja keras di dapur umum diberikan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Saya mengingatkan agar hak-hak para relawan yang bekerja di dapur umum diperhatikan dan jangan sampai dirugikan,” cetusnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Ancaman Bom Waktu Lingkungan IPAL Penuh Menjelang Meluap
Temuan yang tidak kalah mengerikan adalah kondisi Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di area dapur umum. Dari hasil pantauan mata di lokasi sidak, kapasitas IPAL diketahui telah penuh dan berada di ambang batas aman.
Jika tidak ada tindakan pengurasan atau perbaikan darurat dalam waktu dekat, limbah domestik dari dapur umum tersebut dipastikan akan meluap dan mencemari pemukiman warga sekitar, memicu krisis kesehatan baru.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









