Camat Fatuleu Barat Berikan Bantuan, Korban Angin Puting Beliung di Desa Tuakau

- Editorial Team

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 166 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com – Dalam rangka penanganan korban bencana alam puting beliung di Desa Tuakau, Camat Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang-NTT, Ayub Anzgar Manafe, menyerahkan bantuan sembako kepada Nolce Sae (43) Warga Desa Tuakau Rt,02/Rw,01, guna meringankan beban korban, Senin (19/01/2026).

Bantuan yang disalurkan berasal dari BPBD Kabupaten Kupang, seperti beras, minyak goreng, tempat tidur dan lain-lainnya.

Baca Juga :  Abaikan Instruksi Bupati, UPTD SD Inpres Siumate Disorot Terkait Kelalaian Presensi Online

Turut hadir dalam penyerahan bantuan Sekretaris Kecamatan, Kepala Desa Tuakau, Kepala Desa Naitae,dan Perangkat Kecamatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat meringankan beban korban bencana alam angin puting beliung di Desa Tuakau ” Ujar Camat Ayub Anzgar Manafe, kepada media.

Baca Juga :  Wujudkan Transparansi, Desa Pantai Beringin Gelar Musyawarah LPJ 2025 dan Penetapan APBDes 2026

Cuaca ekstrim angin puting beliung yang terjadi di Desa Tuakau, merusak 1  Rumah, rumah yang rusak berat yaitu milik Nolce Sae yang rumahnya rusak.

Camat Fatuleu Barat Ayub Anzgar Manafe, juga mengucapkan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah yang menimpa warga, semoga warga bisa terus bersabar karena ini adalah musibah alam, tidak ada yang menduga dan tidak ada yang mau tentunya terkena musibah.

Baca Juga :  Warga Dusun Satu Desa Oebelo Gotong Royong Tambal Jalan Rusak

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru