Free Medical Care” Satgas Yonif 743/PSY Bawa Harapan Sehat di Yalinggua

- Editorial Team

Selasa, 26 Agustus 2025 - 14:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 21 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_Puncak Jaya, Papua, Udara dingin pegunungan di Kampung Yalinggua, Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, terasa hangat oleh kepedulian yang ditunjukkan prajurit Satgas Yonif 743/PSY Pos Kulirik. Pada Selasa (26/07/2025), mereka menghadirkan program Free Medical Care atau pelayanan kesehatan gratis yang disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat setempat.

Baca Juga :  Bergandeng Tangan Memuliakan Tuhan di Puncak Jaya, Satgas Yonif 743//PSY Ibadah Bersama Jemaat Emaus Mulia

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan Satgas Yonif 743/PSY di Papua tidak hanya bertugas menjaga kedaulatan Negara, tetapi juga menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

Dankipur B, Lettu Inf Sandra Aris, menyampaikan bahwa misi Satgas Yonif 743/PSay di Papua bukan sekadar pengamanan wilayah, melainkan juga membawa pesan sosial dan persaudaraan.

“Kami hadir di Puncak Jaya dengan hati dan aksi nyata. Kehadiran kami diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya dalam pelayanan kesehatan bagi mereka yang tinggal jauh dari fasilitas medis,” ujarnya.

Baca Juga :  Dibalik Rajutan Noken, Terjalin Kasih dan Harapan Satgas Yonif 743/PSY Borong Hasil Karya Mama-Mama Papua

Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan Pos Kulirik turun langsung menyusuri rumah-rumah warga. Mereka memberikan pemeriksaan kesehatan, obat-obatan secara gratis, serta edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mengenali gejala penyakit sejak dini. Kehadiran mereka sangat membantu warga yang selama ini terkendala jarak, medan, maupun keterbatasan fasilitas kesehatan.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru