Dikenal luas sebagai wartawan sekaligus aktivis yang biasanya “vokal” dan tak jarang membuat telinga pejabat memerah lewat kritikannya, malam itu Melianus harus “berdamai” dengan keadaan. Ia didapuk menyerahkan bantuan hibah tersebut secara simbolis.
“Biasanya dia pegang pena untuk menguliti kebijakan pemerintah yang terkesan semua sala di matanya, namun malam ini tangannya harus memegang papan bantuan. Ternyata, aktivis pun bisa terlihat manis kalau sudah urusan melayani jemaat,” bisik salah satu tamu undangan di deretan kursi depan dengan nada miris.
Momen ini seolah menjadi simbol sinergi yang unik di tahun 2026, Pemerintah yang suportif melalui pendanaan, Pemuda yang merayakan kemenangan iman bersama Angel Pieters. (melalui Melianus) yang tidak hanya bisa mengkritik, tapi juga menjadi saksi sekaligus pelaku distribusi kebaikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan alokasi dana total Rp700 juta ini, diharapkan 14 klasis di Kabupaten Kupang dapat menyelenggarakan sidang dengan lebih maksimal demi pelayanan jemaat yang lebih baik. Paskah tahun ini membuktikan bahwa di Oelamasi, kritik dan kontribusi bisa duduk berdampingan di bawah nada pujian..**
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











