Wakil Bupati Kupang Dampingi Wakil Gubernur NTT Sidak Di Pasar Lili

- Editorial Team

Selasa, 18 Maret 2025 - 12:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 113 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang,_Haluantimur.com._Wakil Gubernur (NTT), Johni Asadoma, Bersama Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, melakukan (sidak) ke Pasar Lili, Selasa (18/03/2025) Kelurahan Camplong 1, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang.

Dalam kunjungan ini, mereka menemukan kondisi pasar yang memprihatinkan serta banyaknya sapi betina produktif yang dijual oleh peternak demi kebutuhan ekonomi, termasuk biaya sekolah Anak.

Baca Juga :  Pawai Paskah Pemuda di Kabupaten Kupang, Ketua Sinode GMIT, Iman Adalah Partisipasi Seluruh Keberadaan Tubuh

Wakil Gubernur NTT Johni  Asadoma, Menemukan keluhan utama terkait larangan penjualan sapi betina produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak Peternak yang terpaksa menjual sapi mereka untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan biaya Pendidikan anak.

Baca Juga :  SAH ! 18 RT dan 6 RW Desa Oesusu Resmi di Lantik, Kades Jabatan Adalah Amanah

Namun, regulasi yang melarang penjualan sapi betina produktif menjadi kendala besar bagi mereka.

“Kami memahami aturan ini dibuat untuk menjaga populasi ternak, tetapi harus ada solusi bagi peternak yang benar-benar terdesak kebutuhan,” ujar Wakil Gubernur.

Baca Juga :  Bupati Kupang Sidak Pasar Oesao. Pastikan Harga Stabil Jelang Paskah dan Idul Fitri

Selain masalah sapi betina, pedagang juga mengeluhkan biaya retribusi pasar yang terlalu tinggi. Hal ini dinilai membebani mereka, terutama saat harga jual ternak sedang tidak stabil.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru