Ironisnya, hingga saat ini sumber anggaran proyek IPAL tersebut tidak jelas.
“Kami tidak tahu anggarannya dari mana. Hanya disebut dari dinas, tapi detailnya tidak pernah dijelaskan,” tegasnya.
Dalam sebuah pertemuan resmi bersama Bupati Kupang di Oelamasi, Abdul Kadir sempat menyinggung kondisi IPAL yang terbengkalai. Namun, keberaniannya justru berbuah teguran keras dari pejabat dinas kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya pernah angkat masalah ini di forum, tapi dimarahi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan yang sekarang menjabat Plt Kadis. Beliau bilang saya tidak boleh angkat masalah itu. Tapi bagaimana mungkin saya diam, sementara yang lain tidak berani bicara?” katanya lantang.
Bahkan, Abdul Kadir mengaku pernah dipaksa untuk ikut menanggung biaya perbaikan IPAL, dengan alasan bahwa instalasi sudah selesai. Padahal faktanya, IPAL sama sekali belum berfungsi.
Kepala Puskesmas Fatukanutu itu juga menolak instruksi Kepala Bappeda Kabupaten Kupang, Juhardi Selan, yang pernah memerintahkan seluruh kepala puskesmas untuk memperbaiki IPAL masing-masing.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











