“Tanaman lamtoro itu mudah tumbuh. Dengan potensi alam yang luar biasa ini, manfaatkan lahan kosong. Manfaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan dan mata pencaharian tetap, bila berhasil pasti dapat meningkatkan perekonomian. Alurnya seperti apa komunikasikan dengan ahli dari rispro undana,”jelas Bupati Kupang.
Lanjut ia katakan buat warga Desa Sahraen, program ini tentu akan mendapatkan pendampingan dari ahli dan berdampak positif bila ada kemauan dan kerjasama yang baik. Dan dapat mendorong perekonomian.
Sementara Ketua Tim Peneliti Rispro Profesor Fred Benu dalam laporannya menerangkan, keberhasilan riset biomassa woodchip lamtoro diperoleh dirinya sejak tahun 2022. Dan di tahun 2025, ia menunjukkan keunggulannya di tingkat nasional dengan memenangkan hibah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema riset inovatif produktif (Rispro). Dari ratusan peneliti yang mengikuti kompetisi ini, hanya dua yang berhasil meraih pendanaan hibah, salah satunya Prof.Fred Benu
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut ia terangkan, dalam program ini, dibangun unit produksi woodchip di Desa Sahraen Amarasi Selatan. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi tanaman Lamtoro yang sangat besar yakni mencapai sekitar 3.000 hektare. Lamtoro menjadi pilihan terbaik untuk pengembangan program biomassa secara berkelanjutan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











