Warga Masyarakat dan BPD Desa Passi Minta Audit Fisik Dana Desa Karena Tidak Sesua Kenyataan

- Editorial Team

Senin, 21 Juli 2025 - 17:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 131 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Diduga pengelolaan Dana Desa tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan, warga Desa Passi, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Kupang, mengeluhkan kinerja Kepala Desa yang tidak transparan.

Sejumlah warga bersama anggota BPD hingga anggota TPK fisik Desa Passi menyampaikan keluh kesah mereka dengan memaparkan sejumlah data pendukung pekerjaan fisik yang terbengkalai hingga tidak sesuai.

Baca Juga :  Bantuan Traktor Roda Dua Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Warga menilai telah terjadi dugaan penyelewengan Dana Desa oleh Kepala Desa dan perangkat terdekatnya untuk kepentingan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan sejumlah awak media, belum lama ini di Desa Passi, warga mengungkapkan dugaan penyalahgunaan pengelolaan dana desa sejak tahun 2022 hingga tahun 2025.

Baca Juga :  Orang Muda yang Kuat Untuk Membangun Kabupaten Kupang

Selain itu, mereka juga menyoroti sikap Jeremias Tafui yang jarang masuk kantor dan bertindak hingga memutuskan kebijakan pembangunan tanpa melalui musyawarah.

“Saya sebagai masyarakat mempertanyakan sikap seorang Kepala Desa yang tidak transparan dalam pengelolaan Dana Desa. Sudah 3 tahun pekerjaan fisik di Desa tanpa musyawarah, langsung kerja saja. Ini ada apa”, kata Samuel Maos salah satu tokoh masyarakat Desa Passi.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Pantai Beringin Angkat Bicara Jangan Berlebihan Nilai Bupati Yosef Lede

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru